Senin, 13 Oktober 2025

10. Tuas dan pesawat sederhana lain di kehidupan sehari²

 

Golongan Susunan Titik (T-B-K) Posisi Titik Tumpu Contoh Alat

Golongan I B - T - K atau K - T - B Titik Tumpu berada di antara Beban dan Kuasa. Gunting, Jungkat-jungkit, Linggis, Tang.

Golongan II T - B - K Beban berada di antara Titik Tumpu dan Kuasa. Gerobak dorong, Pembuka botol, Pemecah biji.

Golongan III T - K - B Kuasa berada di antara Titik Tumpu dan Beban. Sekop, Pinset, Stappler, Lengan manusia saat mengangkat.


Penerapan Prinsip Pesawat Sederhana di Rumah dan Sekolah

​Tuas:

​Di Rumah: Gunting kuku (Gol I), Pembuka kaleng (Gol II), Penjepit es (Gol III).

​Di Sekolah: Jungkat-jungkit (Gol I), Sekop (Gol III), Stapler (Gol III).

​Bidang Miring:

​Di Rumah: Pisau dapur, Sekrup pada engsel pintu.

​Di Sekolah: Tangga, Ramp kursi roda.

​Katrol:

​Di Sekolah: Katrol pada tiang bendera (Katrol Tetap).

​Di Tempat Lain (Namun Prinsipnya Sama): Katrol pada gorden jendela atau blind.

​Roda Berporos:

​Di Rumah/Sekolah: Kenop pintu, Setir mobil mainan, Roda pada kursi kantor.

 Google



9.kontrol dan miring dan cara cerdas menghemat usaha


 .gaya.

​Katrol Tetap

​Prinsip Kerja: Katrol dipasang pada posisi tetap, sehingga ia hanya berfungsi untuk mengubah arah gaya.

​Keuntungan Mekanis (KM): KM = 1. Ini berarti gaya kuasa (tarikan) yang dikeluarkan sama besar dengan gaya beban, tetapi menarik ke bawah jauh lebih mudah daripada mengangkat beban ke atas.

​Contoh: Katrol pada tiang bendera dan sumur timba.

​Katrol Bergerak

​Prinsip Kerja: Katrol ikut bergerak bersama dengan beban. Fungsi utamanya adalah untuk melipatgandakan gaya (memperkecil gaya kuasa).

​Keuntungan Mekanis (KM): KM = 2. Ini berarti gaya kuasa yang dikeluarkan hanya setengah dari gaya beban.

​Contoh: Alat pengangkat beban di pelabuhan atau di bengkel.

​Katrol Majemuk (Takal)

​Prinsip Kerja: Gabungan antara katrol tetap dan katrol bergerak yang disusun dalam satu sistem. Fungsinya adalah untuk melipatgandakan gaya secara maksimal.

​Keuntungan Mekanis (KM): KM sama dengan jumlah tali yang menahan beban. Semakin banyak katrol, semakin besar KM, dan semakin ringan gaya kuasanya.

​Contoh: Alat berat untuk mengangkat peti kemas atau mendirikan bangunan tinggi.


Bidang Miring dalam Kehidupan

​Bidang Miring adalah permukaan datar yang salah satu ujungnya lebih tinggi daripada ujung yang lain. Pesawat sederhana ini berfungsi untuk memperkecil gaya yang dibutuhkan untuk memindahkan beban ke ketinggian tertentu.

​Prinsip Kerja: Semakin landai atau semakin panjang lintasan bidang miring, maka semakin kecil gaya yang dibutuhkan (tetapi jarak tempuh menjadi lebih jauh).


Keuntungan Mekanis (KM) adalah rasio (perbandingan) antara gaya beban (berat benda) dengan gaya kuasa (gaya yang kita keluarkan). KM menunjukkan seberapa banyak gaya yang kita hemat.


8.macam maca pesawat sederhana dan fungsinya


 Pesawat sederhana adalah alat mekanik yang berfungsi untuk mempermudah pekerjaan manusia, biasanya dengan mengubah arah gaya atau memperbesar gaya yang diterima. Secara umum, pesawat sederhana dibagi menjadi empat jenis utama: Tuas (Pengungkit), Katrol, Bidang Miring, dan Roda Berporos.

​A. Tuas (Pengungkit)

​Definisi: Batang kaku yang berputar di sekitar titik tetap yang disebut titik tumpu (fulcrum).

​Fungsi: Mengubah gaya kecil menjadi gaya besar (melipatgandakan gaya) atau memperpanjang jangkauan gerak.

​Contoh: Gunting, pembuka botol, linggis, sekop.

​B. Katrol

​Definisi: Roda beralur yang dikelilingi tali atau rantai, berputar pada porosnya.

​Fungsi: Mengubah arah gaya, dan pada jenis tertentu, melipatgandakan gaya (memperkecil gaya kuasa).

​Contoh: Katrol tiang bendera, alat pengangkat beban di proyek bangunan, derek mobil.

​C. Bidang Miring

​Definisi: Permukaan datar yang membentuk sudut (tidak tegak lurus) dengan permukaan horizontal.

​Fungsi: Mengurangi gaya yang diperlukan untuk memindahkan benda ke ketinggian tertentu, dengan menempuh jarak yang lebih panjang.

​Contoh: Ramp, tangga, jalan di pegunungan, pisau.

​D. Roda Berporos dan Sekrup

​Roda Berporos:

​Definisi: Roda yang dihubungkan dengan poros yang dapat berputar bersama.

​Fungsi: Mempercepat gerak, mengubah gaya putar menjadi gaya linier, atau sebaliknya.

​Contoh: Roda sepeda, roda mobil, setir mobil, gerinda, katrol lift.

​Sekrup (Screw):

​Definisi: Bidang miring yang dililitkan pada sebuah silinder.

​Fungsi: Mengubah gerakan putar menjadi gerakan linier yang kuat (misalnya mengencangkan) atau menahan benda di tempatnya.

​Contoh: Baut, mur, dongkrak mobil, bor.


7. Mengenal pesawat sederhana : membantu pekerjaan kita


Transisi energi adalah perubahan mendasar dari sistem energi global yang sangat bergantung pada bahan bakar fosil (energi tak terbarukan) menuju sistem energi yang didominasi oleh energi terbarukan dan teknologi yang lebih bersih.

Transisi energi bukan sekadar mengganti satu jenis sumber energi dengan sumber energi lain, melainkan sebuah perubahan menyeluruh yang mencakup:

​Dekarbonisasi: Mengurangi secara drastis emisi karbon dioksida (CO_2) yang dilepaskan ke atmosfer, terutama dari sektor energi (pembangkit listrik) dan transportasi.

​Desentralisasi: Pergeseran dari sistem pembangkit listrik terpusat berskala besar (misalnya PLTU) menuju sistem yang lebih tersebar dan lokal (misalnya panel surya di atap rumah, pembangkit mikrohidro).

​Digitalisasi: Pemanfaatan teknologi pintar (smart grid), kecerdasan buatan, dan sensor untuk mengelola jaringan listrik yang kompleks dan terinterkoneksi, terutama dengan masuknya sumber energi intermiten (seperti matahari dan angin).

​Dominasi Energi Terbarukan: Pembangkit listrik akan semakin didominasi oleh energi surya dan angin karena biaya instalasinya terus menurun dan teknologinya semakin efisien.

​Jaringan Pintar (Smart Grids): Jaringan listrik yang canggih yang dapat mengelola aliran energi dua arah (dari pembangkit pusat dan dari pembangkit rumah tangga/tersebar) secara efisien dan real-time.

​Keterlibatan Konsumen Aktif: Konsumen tidak lagi hanya menjadi pemakai listrik, tetapi juga produsen (prosumer) melalui penggunaan panel surya atap dan penyimpanan baterai rumahan.

​Keamanan dan Ketahanan Energi: Ketergantungan pada beberapa sumber energi terbarukan lokal (air, matahari, angin) akan meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi risiko geopolitik yang terkait dengan pasokan energi fosil.

Gemini



Minggu, 12 Oktober 2025

6.sumber - sumber energi di alam sekitar

 .


Konservasi energi adalah upaya untuk mengurangi jumlah energi yang dikonsumsi dengan cara menggunakan energi secara lebih efisien atau dengan mengurangi penggunaan energi yang tidak perlu. Ini berarti mencapai hasil yang sama (atau lebih baik) dengan menggunakan lebih sedikit energi.


Tempat Cara Penghematan Energi

Rumah & Listrik * Mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai.

  * Menggunakan lampu hemat energi (LED).

  * Menggunakan alat elektronik dengan rating efisiensi tinggi.

  * Mencabut charger dari stop kontak setelah digunakan.

Transportasi * Menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki untuk jarak dekat.

  * Berbagi kendaraan (carpooling).

  * Mematikan mesin kendaraan saat berhenti dalam waktu lama.

Air * Menutup keran saat tidak digunakan.

  * Mandi dengan shower (pancuran) daripada berendam di bathtub.

  * Menggunakan air sesuai kebutuhan, menghindari kebocoran.


​Mengapa Kita Harus Menghemat Energi?

​Penghematan dan konservasi energi memiliki manfaat signifikan bagi lingkungan, ekonomi, dan keberlanjutan masa depan




5.energi tak terbarukan: cadangan yang semakin menipis

 .



Pengertian Energi

Dampak Penggunaan Energi Fosil bagi Lingkungan

​Meskipun menyediakan energi dalam jumlah besar dan telah mendorong revolusi industri, penggunaan energi fosil secara masif memiliki dampak negatif yang serius terhadap lingkungan:

  1. Pemanasan Global dan Perubahan Iklim:
    • ​Pembakaran bahan bakar fosil melepaskan sejumlah besar gas rumah kaca, terutama Karbon Dioksida (\text{CO}_2), ke atmosfer.
    • ​Gas-gas ini memerangkap panas, yang menyebabkan peningkatan suhu rata-rata global (pemanasan global) dan memicu perubahan iklim (cuaca ekstrem, kenaikan permukaan air laut).
  2. Pencemaran Udara dan Risiko Kesehatan:
    • ​Proses pembakaran juga melepaskan polutan berbahaya lainnya, seperti Sulfur Dioksida (\text{SO}_2) dan Nitrogen Oksida (\text{NO}_x), serta partikel halus (PM2.5).
    • ​Polutan ini menyebabkan masalah pernapasan (asma, bronkitis), penyakit jantung, dan bahkan dapat memicu hujan asam yang merusak ekosistem air dan vegetasi.
  3. Kerusakan Ekosistem Akibat Eksploitasi:
    • ​Proses penambangan (batu bara) dan pengeboran (minyak/gas) seringkali merusak lahan, menyebabkan deforestasi, erosi tanah, dan kerusakan habitat satwa liar.
    • ​Tumpahan minyak di laut saat proses transportasi dapat menghancurkan ekosistem laut dan pesisir.


gi Tidak Terbarukan

​Energi Tidak Terbarukan adalah energi yang diperoleh dari sumber daya alam yang proses pembentukannya membutuhkan waktu sangat lama (jutaan tahun) dan tidak dapat diperbarui dalam jangka waktu kehidupan manusia.

​Energi ini juga sering disebut Energi Fosil karena berasal dari sisa-sisa makhluk hidup (tumbuhan dan hewan purba) yang terkubur di dalam bumi, terperangkap, dan mengalami proses fisika dan kimia selama jutaan tahun. Karena proses pembentukan yang sangat lama, jumlahnya di alam adalah terbatas dan pasti akan habis jika digunakan secara terus menerus.


​Contoh Energi Tidak Terbarukan

​Tiga contoh utama yang termasuk dalam kategori energi fosil adalah:

​Batu Bara:

​Berbentuk padat, terbentuk dari endapan tumbuhan purba yang tertimbun dan mengalami tekanan serta panas.

​Digunakan sebagai bahan bakar utama untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan industri berat (semen, baja).

​Minyak Bumi:

​Berbentuk cairan kental (minyak mentah) yang diekstraksi dari dalam bumi.

​Setelah melalui proses penyulingan, menghasilkan berbagai produk bahan bakar seperti Bensin (Premium, Pertalite, Pertamax), Solar, Avtur, dan Minyak Tanah.

​Merupakan sumber energi utama untuk sektor transportasi.

​Gas Alam:

​Berbentuk gas, sering ditemukan bersamaan dengan minyak bumi. Komponen utamanya adalah metana (\text{CH}_4).

​Digunakan untuk memasak (LPG), bahan bakar industri, dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) atau Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).


Dampak Penggunaan Energi Fosil bagi Lingkungan

​Meskipun menyediakan energi dalam jumlah besar dan telah mendorong revolusi industri, penggunaan energi fosil secara masif memiliki dampak negatif yang serius terhadap lingkungan:

​Pemanasan Global dan Perubahan Iklim:

​Pembakaran bahan bakar fosil melepaskan sejumlah besar gas rumah kaca, terutama Karbon Dioksida (\text{CO}_2), ke atmosfer.

​Gas-gas ini memerangkap panas, yang menyebabkan peningkatan suhu rata-rata global (pemanasan global) dan memicu perubahan iklim (cuaca ekstrem, kenaikan permukaan air laut).

​Pencemaran Udara dan Risiko Kesehatan:

​Proses pembakaran juga melepaskan polutan berbahaya lainnya, seperti Sulfur Dioksida (\text{SO}_2) dan Nitrogen Oksida (\text{NO}_x), serta partikel halus (PM2.5).

​Polutan ini menyebabkan masalah pernapasan (asma, bronkitis), penyakit jantung, dan bahkan dapat memicu hujan asam yang merusak ekosistem air dan vegetasi.

​Kerusakan Ekosistem Akibat Eksploitasi:

​Proses penambangan (batu bara) dan pengeboran (minyak/gas) seringkali merusak lahan, menyebabkan deforestasi, erosi tanah, dan kerusakan habitat satwa liar.

​Tumpahan minyak di laut saat proses transportasi dapat menghancurkan ekosistem laut dan pesisir.


Dampak Penggunaan Energi Fosil bagi Lingkungan

​Meskipun menyediakan energi dalam jumlah besar dan telah mendorong revolusi industri, penggunaan energi fosil secara masif memiliki dampak negatif yang serius terhadap lingkungan:

  1. Pemanasan Global dan Perubahan Iklim:
    • ​Pembakaran bahan bakar fosil melepaskan sejumlah besar gas rumah kaca, terutama Karbon Dioksida (\text{CO}_2), ke atmosfer.
    • ​Gas-gas ini memerangkap panas, yang menyebabkan peningkatan suhu rata-rata global (pemanasan global) dan memicu perubahan iklim (cuaca ekstrem, kenaikan permukaan air laut).
  2. Pencemaran Udara dan Risiko Kesehatan:
    • ​Proses pembakaran juga melepaskan polutan berbahaya lainnya, seperti Sulfur Dioksida (\text{SO}_2) dan Nitrogen Oksida (\text{NO}_x), serta partikel halus (PM2.5).
    • ​Polutan ini menyebabkan masalah pernapasan (asma, bronkitis), penyakit jantung, dan bahkan dapat memicu hujan asam yang merusak ekosistem air dan vegetasi.
  3. Kerusakan Ekosistem Akibat Eksploitasi:
    • ​Proses penambangan (batu bara) dan pengeboran (minyak/gas) seringkali merusak lahan, menyebabkan deforestasi, erosi tanah, dan kerusakan habitat satwa liar.
    • ​Tumpahan minyak di laut saat proses transportasi dapat menghancurkan ekosistem laut dan pesisir.

4.energi terbarukan:ramah lingkungan dan masadepan kita

 .



Lingkungan dan masa depan kita sangat terkait; menjaga lingkungan saat ini adalah kunci untuk masa depan yang sehat, lestari, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Upaya yang dapat dilakukan meliputi praktik ramah lingkungan seperti mengurangi sampah, menghemat energi, menggunakan transportasi publik, serta meningkatkan kesadaran dan aksi kolektif di tingkat masyarakat dan pemerintahan. 


Sumber Energi Cara Pemanfaatan Keterangan

Matahari (Surya) Menggunakan panel surya (fotovoltaik) untuk mengubah radiasi matahari menjadi listrik, atau kolektor surya untuk menghasilkan panas. Sumber energi paling melimpah dan tersedia di seluruh dunia.

Angin (Bayu) Memanfaatkan energi kinetik dari gerakan angin untuk memutar turbin (kincir angin) yang terhubung ke generator listrik (PLTB). Efektif di daerah dataran tinggi atau lepas pantai dengan kecepatan angin yang konstan.

Air (Hidro) Memanfaatkan energi potensial dan kinetik dari air yang mengalir (sungai atau bendungan) untuk memutar turbin pembangkit listrik (PLTA). Merupakan sumber energi terbarukan yang paling umum digunakan secara global saat ini.

Meningkatkan Kemandirian Energi: Mengurangi ketergantungan suatu negara pada impor bahan bakar fosil yang harganya fluktuatif.

​Penciptaan Lapangan Kerja: Membuka peluang kerja baru di sektor manufaktur, instalasi, dan pemeliharaan teknologi energi bersih.

​Tantangan (Kekurangan)

​Intermittensi (Ketidakkonsistenan): Ketersediaan energi bergantung pada kondisi cuaca. Contohnya, panel surya tidak bekerja di malam hari, dan turbin angin berhenti saat angin tidak bertiup.

​Biaya Awal (Investasi) yang Tinggi: Pembangunan infrastruktur pembangkit (panel surya, turbin angin, bendungan) membutuhkan modal awal yang besar.


Meningkatkan Kemandirian Energi: Mengurangi ketergantungan suatu negara pada impor bahan bakar fosil yang harganya fluktuatif.

​Penciptaan Lapangan Kerja: Membuka peluang kerja baru di sektor manufaktur, instalasi, dan pemeliharaan teknologi energi bersih.

​Tantangan (Kekurangan)

​Intermittensi (Ketidakkonsistenan): Ketersediaan energi bergantung pada kondisi cuaca. Contohnya, panel surya tidak bekerja di malam hari, dan turbin angin berhenti saat angin tidak bertiup.

​Biaya Awal (Investasi) yang Tinggi: Pembangunan infrastruktur pembangkit (panel surya, turbin angin, bendungan) membutuhkan modal awal yang besar. 



3.Energi: sumber kekuatan di sekitar kita


 .

Energi adalah kekuatan yang memungkinkan segala sesuatu bekerja di sekitar kita, seperti menggerakkan kendaraan atau menyalakan lampu. Sumber energi bisa berasal dari matahari, air, angin, panas bumi, bahan bakar fosil (minyak, gas, batu bara), dan biomassa. Selain itu, tubuh manusia juga membutuhkan energi dari makanan untuk beraktivitas

Bentuk Energi Definisi Singkat Contoh Peristiwa

Energi Kinetik (\mathbf{E_k}) Energi yang dimiliki oleh suatu benda karena gerakannya. Dipengaruhi oleh massa (m) dan kecepatan (v). Mobil yang melaju, air yang mengalir, kipas angin yang berputar.

Energi Potensial (\mathbf{E_p}) Energi yang tersimpan pada suatu benda karena posisi (kedudukan) atau susunannya. Buah yang menggantung di pohon, air di bendungan, per yang diregangkan.

Energi Mekanik (\mathbf{E_m}) Total dari energi kinetik dan energi potensial suatu benda. (E_m = E_k + E_p) Bola yang dilempar ke atas (memiliki kedua energi ini).

Energi Panas (Termal) Energi yang disebabkan oleh pergerakan molekul dan atom suatu benda. Semakin cepat molekul bergerak, semakin panas benda tersebut. Energi dari Matahari, kompor menyala, gesekan dua benda.

Energi Listrik Energi yang dihasilkan oleh pergerakan muatan listrik (elektron) melalui suatu konduktor. Listrik dari PLN, baterai, petir.

Energi Kimia Energi yang tersimpan di dalam ikatan kimia zat dan dilepaskan melalui reaksi kimia. Makanan yang kita konsumsi, bahan bakar fosil (bensin), baterai.


Hukum Kekekalan Energi

​Hukum kekekalan energi adalah salah satu prinsip paling mendasar dalam Fisika.

​Bunyi Hukum Kekekalan Energi:

​"Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk energi lain."



2.gaya dan hubungannya dengan usaha

 .



Pengertian Gaya

​Gaya dalam Fisika didefinisikan sebagai tarikan atau dorongan yang bekerja pada suatu benda. Gaya mampu menyebabkan benda yang diam menjadi bergerak, benda bergerak menjadi diam, mengubah kecepatan gerak, atau mengubah bentuk dan arah gerak benda.

​Satuan Gaya dalam SI adalah Newton (\text{N}).

​Gaya termasuk besaran vektor, yang berarti memiliki nilai (besar) dan arah.


Jenis² gaya

Mendorong mobil mogok Gaya Otot (dorongan) Ya Mobil berpindah, gaya dorong searah perpindahan.

Menarik sumur timba Gaya Tegang Tali Ya Ember air bergerak ke atas, gaya tarik tali searah perpindahan.

Bola ditendang Gaya Otot (tendangan) Ya Bola bergerak (perpindahan), gaya tendangan searah perpindahan.

Mobil direm Gaya Gesek (antara ban dan jalan) Ya (Usaha Negatif) Gaya rem berlawanan arah dengan perpindahan, menyebabkan usaha bernilai negatif (memperlambat).

Mengangkat karung beras Gaya Otot (melawan gravitasi) 

Jenis Gaya Penjelasan Singkat Contoh

Gaya Gravitasi (Gaya Berat) Gaya tarik-menarik antara dua benda yang memiliki massa, contohnya gaya tarik Bumi terhadap semua benda di permukaannya. Buah apel jatuh dari pohon.

Gaya Gesek Gaya yang timbul akibat sentuhan langsung antara dua permukaan benda yang bergerak atau cenderung bergerak. Arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda. Gaya yang memperlambat laju sepeda di jalanan.

Gaya Pegas Gaya yang dihasilkan oleh benda elastis (pegas) yang diregangkan atau ditekan. Gaya ini cenderung mengembalikan pegas ke posisi semula. Anak panah dilepaskan dari busur, karet ketapel yang ditarik.

Gaya Otot Gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot makhluk hidup (manusia atau hewan) untuk melakukan aktivitas. Seseorang mendorong troli, kuda menarik delman.

Gaya Normal Gaya yang bekerja tegak lurus pada permukaan bidang sentuh benda. Gaya ke atas yang menahan buku agar tidak jatuh di atas meja.

Gaya Tegang Tali


Jenis Gaya Penjelasan Singkat Contoh

Gaya Gravitasi (Gaya Berat) Gaya tarik-menarik antara dua benda yang memiliki massa, contohnya gaya tarik Bumi terhadap semua benda di permukaannya. Buah apel jatuh dari pohon.

Gaya Gesek Gaya yang timbul akibat sentuhan langsung antara dua permukaan benda yang bergerak atau cenderung bergerak. Arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda. Gaya yang memperlambat laju sepeda di jalanan.

Gaya Pegas Gaya yang dihasilkan oleh benda elastis (pegas) yang diregangkan atau ditekan. Gaya ini cenderung mengembalikan pegas ke posisi semula. Anak panah dilepaskan dari busur, karet ketapel yang ditarik.

Gaya Otot Gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot makhluk hidup (manusia atau hewan) untuk melakukan aktivitas. Seseorang mendorong troli, kuda menarik delman.

Gaya Normal Gaya yang bekerja tegak lurus pada permukaan bidang sentuh benda. Gaya ke atas yang menahan buku agar tidak jatuh di atas meja.

Gaya Tegang Tali

Sumber : gemini



1.Apa itu usaha dalam fisika

 .


 Pengertian Usaha dalam Fisika

​Dalam kehidupan sehari-hari, kata "usaha" sering kita gunakan untuk menggambarkan sebuah aktivitas atau upaya. Namun, dalam konteks Fisika, usaha memiliki definisi yang lebih spesifik dan terukur, yaitu:
​Usaha (dilambangkan dengan W, dari kata Work) adalah energi yang disalurkan oleh gaya (F) kepada sebuah benda sehingga benda tersebut mengalami perpindahan (s) searah dengan arah gaya.


Contoh Peristiwa Usaha di Sekitar Kita

​Berikut adalah beberapa contoh aktivitas sehari-hari yang dikategorikan sebagai Usaha dalam Fisika:
​Mendorong Meja:
​Seseorang mendorong meja ke depan (Gaya diberikan).
​Meja bergerak berpindah dari posisi awal ke posisi akhir (Ada perpindahan).
​Usaha dilakukan karena gaya dan perpindahan searah.
​Mengangkat Galon Air:
​Seseorang memberikan gaya ke atas (Gaya diberikan).
​Galon berpindah dari lantai ke atas meja (Ada perpindahan).
​Usaha dilakukan karena gaya dan perpindahan searah ke atas.
​Menarik Troli Belanjaan:
​Seseorang menarik troli dengan gaya yang arahnya cenderung serong ke depan (Gaya diberikan).
​Troli bergerak maju (Ada perpindahan).
​Usaha dilakukan oleh komponen gaya yang searah dengan arah perpindahan maju troli.
​Mengayuh Sepeda:
​Gaya kayuhan melalui pedal membuat sepeda bergerak maju (Gaya diberikan).
​Sepeda berpindah tempat (Ada perpindahan).

Rumus Usaha dan Satuannya

​1. Rumus Dasar (Gaya Searah Perpindahan)

​Jika gaya (F) yang bekerja pada benda searah dengan perpindahan (s) benda, rumusnya adalah:

Sumber : gemini